Sunday, 6 September 2020

Puisi dari cerita sejarah malin kundang

                       Malin Anak Durhaka

Seorang ibu hidup dengan anaknya yang bernama Malin dengan keadaan yang sangat miskin. Hal ini membuat Malin ingin merantau dan merubah nasibnya.


Awalnya sang ibu menolak namun Malin selalu meyakinkan, sehingga akhirnya Malin pergi ke kota dan meninggalkan ibunya sendiri di desa.


Beberapa tahun kemudian Malin telah menjadi kaya raya karena menikahi seorang wanita keluarga kaya. Ibunya yang merasa merindukan Malin yang sudah lama tidak ditemui akhirnya memutuskan untuk mengunjungi Malin.


Ibunya ke sana kemari mencari Malin tanpa bekal alamat sedikitpun. Namun tidak terlalu lama sang ibu dapat menemukan anaknya, semua itu karena Malin menikahi seorang wanita yang terpandang.


Saat sang ibu mendatangi Malin dan sangat terharu dengan kesuksesan Malin justru Malin tidak mau mengakuinya. Bahkan istri Malin berbicara kalau Malin sudah tidak punya ibu lagi.



Malin membantah jika yang datang adalah ibunya. Malin malu mengakui ibunya yang kumal seperti pengemis ini. Bahkan Malin berbicara bahwa ibu ini adalah pengemis yang mengaku-ngaku.


Tentu hal itu membuat ibu Malin sakit hati sehingga tidak dapat menahan amarahnya lagi. Ibunya berucap bahwa hati Malin sekeras batu dan Malin adalah anak yang durhaka karena tidak mengakui ibu kandungnya sendiri.


Seketika hujan deras muncul di sertai petir. Namun kaki Malin tidak dapat digerakkan, kakinya seperti membatu.


Akhirnya Malin menyadari kesalahannya dan bersujud meminta ampun. Namun semua sudah terlambat dan kini seluruh tubuh Malin telah menjadi batu.

Puisi dari cerita sejarah malin kundang


Pagi yang indah,

Diliputi angin yang sejuk,

terdapat Seorang pria tertekun 

memikirkan kejanggalan dihati.

Suara merdu dari seorang  wanita tua,

Memecahkan pikiran sang anak.


Keinginan untuk merantau,

Melepas kemiskinan dan 

membalas cinta sang ibu 

Memutuskan meninggalkan desa. 


Namun, 

Harta, kekayaan dan popularitas

Tidak bisa menggantikan seorang ibu. 

siang itu, 

Membuat hati sang ibu menangis kecewa.

Dan menjadi pelajaran untuk sang anak

 Bahwa,

Kejahatan terbesar dari seorang anak 

Adalah tidak mengakui orang tua 

Hanya untuk

Kekayaan saja..



No comments:

Post a Comment

TEKS EKSPLANASI DARI TEKS IKLAN PIZZA HUT

Nama: amelia TEKS EKSPLANASI DARI TEKS IKLAN PIZZA HUT -Identifikasi fenomena: Kabar gembira bagi pencinta pizza, kini pizza hut memberikan ...