Malin Anak Durhaka
Seorang ibu hidup dengan anaknya yang bernama Malin dengan keadaan yang sangat miskin. Hal ini membuat Malin ingin merantau dan merubah nasibnya.
Awalnya sang ibu menolak namun Malin selalu meyakinkan, sehingga akhirnya Malin pergi ke kota dan meninggalkan ibunya sendiri di desa.
Beberapa tahun kemudian Malin telah menjadi kaya raya karena menikahi seorang wanita keluarga kaya. Ibunya yang merasa merindukan Malin yang sudah lama tidak ditemui akhirnya memutuskan untuk mengunjungi Malin.
Ibunya ke sana kemari mencari Malin tanpa bekal alamat sedikitpun. Namun tidak terlalu lama sang ibu dapat menemukan anaknya, semua itu karena Malin menikahi seorang wanita yang terpandang.
Saat sang ibu mendatangi Malin dan sangat terharu dengan kesuksesan Malin justru Malin tidak mau mengakuinya. Bahkan istri Malin berbicara kalau Malin sudah tidak punya ibu lagi.
Malin membantah jika yang datang adalah ibunya. Malin malu mengakui ibunya yang kumal seperti pengemis ini. Bahkan Malin berbicara bahwa ibu ini adalah pengemis yang mengaku-ngaku.
Tentu hal itu membuat ibu Malin sakit hati sehingga tidak dapat menahan amarahnya lagi. Ibunya berucap bahwa hati Malin sekeras batu dan Malin adalah anak yang durhaka karena tidak mengakui ibu kandungnya sendiri.
Seketika hujan deras muncul di sertai petir. Namun kaki Malin tidak dapat digerakkan, kakinya seperti membatu.
Akhirnya Malin menyadari kesalahannya dan bersujud meminta ampun. Namun semua sudah terlambat dan kini seluruh tubuh Malin telah menjadi batu.
Puisi dari cerita sejarah malin kundang
Pagi yang indah,
Diliputi angin yang sejuk,
terdapat Seorang pria tertekun
memikirkan kejanggalan dihati.
Suara merdu dari seorang wanita tua,
Memecahkan pikiran sang anak.
Keinginan untuk merantau,
Melepas kemiskinan dan
membalas cinta sang ibu
Memutuskan meninggalkan desa.
Namun,
Harta, kekayaan dan popularitas
Tidak bisa menggantikan seorang ibu.
siang itu,
Membuat hati sang ibu menangis kecewa.
Dan menjadi pelajaran untuk sang anak
Bahwa,
Kejahatan terbesar dari seorang anak
Adalah tidak mengakui orang tua
Hanya untuk
Kekayaan saja..
No comments:
Post a Comment