Saturday, 14 November 2020

Resensi buku non fiksi I Want To Die But I Want To Eat Tteopeokki

 Judul: I Want To Die But I Want To Eat Tteopeokki

Penulis: Baek Se Hee

Penerbit: Haru

Jumlah Halaman: 236 halaman








Sinopsis:

Aku: Bagaimana caranya agar bisa mengubah pikiran bahwa saya ini standart dan biasa saja? 

Psikiater: Memangnya hal itu merupakan masalah yang harus masuk? 

Aku: Iya, karena saya ingin mencintai diri saya sendiri. 


 I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki adalah esai yang berisi pertanyaan, permintaan, saran, saran, dan evaluasi diri yang bertujuan agar pembaca menerima dan mencintai dirinya. Buku yang diperbaiki dengan baik karena pembaca yang meraskan hal yang sama dengan kisah Baek Hee sehingga buku ini mendapatkan predikat buku terlaris di Korea Selatan



Cerita:


I Want to Die but I Want to Eat Tteopeokki sebuah buku dengan tema mental ilness yang ditulis oleh seorang penulis bernama Baek Se  Hee di mana dia menjadi tokoh utama dalam bukunya. Buku ini menceritakan bagaimana pengalaman hidup Baek Se Hee dalam menghadapi  mental psikisnya yang kacau.


Distimia, begitu kata psikiater. Distimia adalah bentuk depresi kronis jangka panjang. Seperti jenis depresi lainnya, distimia adalah kondisi yang juga bisa menyebabkan perasaan sedih dan putus asa secara terus menerus. Dalam sesi pengobatannya Baek Se Hee menceritakan semua keluhan setiap kehidupannya termasuk rasa minder yang berlebihan dan rasa tidak percaya diri dengan dirinya sendiri.


Dalam buku ini, Baek See Hee mengajak pembaca untuk mengenal setiap racun dari pikiran dan perasaan yang dapat menganggu kesehatan psikis kita. Di buku ini menjelaskan begitu banyak permasalahan yang memang bukan sesuatu yang asing dan banyak kita alami dalam kehidupan. Seperti rasa takut jika orang lain menilai kita buruk, atau apa kita sudah cukup baik untuk standar orang lain? Jika aku seperti ini apakah orang lain akan beranggapan seperti ini? Bersikap berlebihan  yang justru  menyiksa diri kita. Dan berakhir dengan kita tidak mencintai diri kita sendiri.


Buku ini akan menyadarkan kita betapa pentingnya berdamai dengan diri sendiri. Berhenti menetapkan standar tinggi dalam diri, tidak berlebihan dan lakukan apa yang benar-benar membuatmu merasa nyaman suka dan bahagia. Dengan hal yang sederhana seperti menjadi diri sendiri tanpa peduli orang lain akan beranggapan apa adalah salah satu yang bisa membuat kita mencintai diri sendiri.


Kelebihan :

- memberikan hal positif kepada pembaca dari sang penulis disaat keadaan mentalnya

- Mengatasi masalah mental dalam setiap penderita depresi

- cocok untuk para remaja yang mencari jati diri

Kekurangan :

- sampul buku sangat tipis

- setiap bab berisi percakapan sehingga mudah bosan

Sunday, 1 November 2020

RINGKASAN BUKU FIKSI DAN NON FIKSI

             Buku Fiksi dan Non Fiksi


-Buku fiksi adalah buku yang berisi cerita atau kejadian yang tidak sebenarnya. 

*Langkah-langkah untuk menilai buku fiksi adalah dengan membaca buku tersebut. Ketika membaca kalian coba jawab pertanyaan berikut ini untuk dapat menilai:

-Bagaimana judul dan tema dikembangkan? -Apakah ada keunikan?

-Bagaimana pengarang mengembangkan latar cerita?

-Bagaimana pengarang mengembangkan tokoh dan watak tokoh?

-Bagaimana pilihan kata yang digunakan pengarang?

-Apakah kalimat-kalimatnya memiliki keunikan dan kekuatan untuk membangun cerita?

-Tokoh mana yang paling kamu sukai dan mengapa?

Mengacu pada pengertian fiksi di atas, kita dapat mengenali sebuah karya fiksi dari karakteristiknya. 

*Berikut ini adalah ciri-ciri fiksi:

-Fiksi sifatnya rekaan atau imajinasi dari pengarang

-Dalam fiksi terdapat kebenaran yang relatif atau tidak mutlak

-Umumnya fiksi menggunakan bahasa yang bersifat konotatif atau bukan sebenarnya

-Karya fiksi tidak memiliki sistematika yang baku

-Umumnya karya fiksi menyasar emosi atau perasaan pembaca, bukan logika

-Dalam karya fiksi terdapat pesan moral atau amanat tertentu

*Jenis-Jenis Fiksi

Setelah memahami pengertian fiksi dan ciri-cirinya maka kita juga dapat mengetahui apa saja jenis karya sastra yang termasuk dalam fiksi. 

*Berikut ini beberapa jenis fiksi dalam karya sastra:

-Novel adalah suatu karangan fiksi yang menceritakan seorang tokoh utama dengan pro dan kontra di dalam ceritanya, mulai dari awal hingga akhir novel yang memiliki klimaks atau ending.

-Roman adalah suatu karya fiksi yang menceritakan mengenai beberapa tokoh dalam alur ceritanya. Roman mengandung banyak hikmah dalam ceritanya dan cenderung mengarah pada cerita klasik.

-Cerpen adalah suatu karang fiksi yang isinya jauh lebih sedikit ketimbang roman maupun novel. Namun, cerpen memiliki daya tarik tersendiri karena bisa menjadi pembelajaran awal bagi para penulis dalam membuat sebuah karya tulisan.

-Cerita anak,

-Dongeng

-Fabel

-Komik


-buku nonfiksi adalah buku yang berisikan kejadian sebenarnya yang disampaikan menurut pendapat/opini/kajian penulis.

Dengan kata lain, buku fiksi adalah buku yang di dalamnya berisi cerita rekaan atau khayalan. Sedangkan buku nonfiksi adalah buku yang dibuat berdasarkan fakta dan kenyataan.

*CIRI CIRI BUKU NONFIKSI


-Memiliki ide yang ditulis secara jelas, logis dan sistematika

-Mengandung informasi yang sesuai dengan fakta/data

-Menyajikan temuan baru atau merupakan penyempurna dari temuan yang sudah ada 

-Memuat motivasi, rancangan, dan pelaksanaannya penelitian yang tertuang jelas. 

-Penulis menyajikan analisis data yang dipaparkan dalam tulisannya 

-Pemilihan kata dan gaya penulisan yang sangat baku/formal


*Langkah-langkah untuk menilai buku non-fiksi adalah dengan membaca buku tersebut. Ketika membaca kalian coba jawab pertanyaan berikut ini untuk dapat menilai:

-Apa judul dan tema buku?

-Apa bidang ilmu yang dibahas dalam buku?

-Apa garis besar isi buku? Apa isi tiap bab?

-Apakah buku ditunjang oleh gambar, ilustrasi, tabel, dan grafik? Apakah cukup membantu untuk memperjelas isinya?

-Bagaimana penulis merinci menjadi subbab buku? Apakah sistematika mudah diikuti?

-Apakah bahasanya mudah dipahami?

-Bagaimana penulis membuka dan mengakhiri tulisannya?


*JENIS JENIS BUKU NONFIKSI


1. BUKU BIOGRAFI, Buku biografi adalah buku yang berisi riwayat hidup seseorang. Buku itu ditulis untuk mendokumentasikan peristiwa penting yang dialami seseorang, tentu buku biografi ditulis agar dapat menginspirasi pembaca.  


2. BUKU PENDAMPING,   Buku pendamping adalah buku yang berfungsi untuk mendampingi buku utama. Biasanya buku pendamping disebut pula buku pengayaan jadi, buku pendamping biasanya ditulis setelah ada buku utama. Sebagai contoh, buku pengayaan untuk anak sekolah. Kegiatan buku pelajaran itu masih bersifat umum. Jadi, buku pelajaran memerlukan buku pendamping untuk menjelaskan buku utama, karena ada beberapa bagian dari buku utama yang tidak bisa dijelaskan dalam buku utama. Ini disebabkan space atau pedoman penulisan buku utama tersebut. 



3. BUKU LITERATUR, Buku literatur adalah buku yang difungsikan sebagai rujukan kajian keilmuan, buku literatur sering di sebut diktat atau buku kuliah, buku literatur sering ditulis berdasarkan penelitian. Jadi, buku ini mempunyai kadar keilmiahan sangat tinggi. Maka, buku ini sering ditulis dosen atau peneliti.



4. BUKU MOTIVASI, Buku motivasi adalah buku yang berisi kajian psikologis untuk membantu mengbangkitkan gairah atau semangat pembacanya. Buku motivasi dapat disusun berdasarkan kajian keagamaan dan moral. Buku motivasi sering ditulis oleh entrepreneur. Dengan membaca buku motivasi, pembaca mendapatkan energi baru untuk meneruskan hidup.


5. Buku pengayaan, Buku pengayaan adalah buku yang isinya bermanfaat untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan siapa saja yang baca baik dalam ilmu pengetahuan maupun ketrampilan. 

6. Kamus

7. Ensiklopedia

8. Peta


*BUTIR BUTIR PENTING TEKS NONFIKSI 

-Judul buku 

-Pengarang buku 

-Isi buku, terdiri dari  : 

daftar isi, kata pengantar, glosarium, jabaran isi yang ditulis secara sistematis, daftar pusaka, biodata penulis dan lampiran 


*KARAKTERISTIK BUKU PENGAYAAN 


-Materi dapat bersifat kenyataan atau rekaan 

-Pengembangan materi menunjang pengetahuan dalam kurikulum 

-Materi yang disajikan secara populer atau dengan teknik lain yang inovatif 

*Penyajian materi dapat berupa berbentuk deskripsi, eksposisi, narasi, dan persegi


*Langkah Menyusun Tanggapan terhadap Buku yang dibaca

1. Jenis Buku

Jenis/bentuk buku itu apakah roman, novel, biografi, atau yang lain. Selain itu seorang resentator menyebutkan juga buku termasuk buku fiksi atau nonfiksi.

2. Keaslian Ide

Buku itu apakah benar-benar merupakan karya asli dari pengarangnya atau merupakan jiplakan dari buku lain yang pernah terbit.

3. Bentuk

Bagaimana mengenai bentuk atau format dari buku itu. Apakah bentuknya, kertas, ilustrasi cover, jenis huruf yang dipakai, dan sebagainya.

4. Isi dan Bahasa

Dilihat dari segi isi, resentator perlu memperhatikan unsur-unsur intrinsiknya, yaitu tentang tema, alur, perwatakan, sudut pandang dan sebagainya.

Bahasa dalam buku itu dapat ditinjau dari segi struktur kalimat, gaya bahasa/style, ungkapan dan lain-lain. Apakah bahasa yang digunakan memakai bahasa sehari-hari yang segar tidak menjemukan, mudah dimengerti oleh pembaca, dan sebagainya. Mudah dipahami atau sukar diterima pembaca. Pengujian materi mendapat perhatian juga dari resentator.


5. Simpulan

Seorang penulis resensi harus dapat menyimpulkan, apakah buku itu baik dan perlu dibaca atau tidak.

-menulis data buku yang dibaca,

-menulis ikhtisar isi buku,

-mendaftar butir-butir yang merupakan kelebihan dan kekurangan buku,

-menuliskan pendapat pribadi sebagai tanggapan atau isi buku, dan

-memadukan ikhtisar dan tanggapan pribadi ke dalam tulisan yang utuh.


*Sebuah resensi harus memuat hal-hal sebagai berikut :


1. Data buku atau identitas buku

a. Judul buku

Jika buku yang akan kamu resensi adalah buku terjemahan, akan

lebih baik jika kamu menuliskan judul asli buku tersebut.

b. Penulis atau pengarang

Jika buku yang diresensi adalah buku terjemahan, kamu harus

menyebutkan penulis buku asli dan penerjemah.

c. Nama penerbit

d. Cetakan dan tahun terbit

e. Tebal buku dan jumlah halaman


2. Judul Resensi

Judul resensi boleh sama dengan judul buku, tetapi tetap dalam konteks buku itu.


3. Ikhtisar Isi Buku

Dalam meresensi buku, seorang peresensi harus menulis buku yang hendak diresensi. Ikhtisar adalah bentuk singkat dari suatu karangan atau rangkuman. Ikhtisar merupakan bentuk singkat karangan yang tidak mempertahankan urutan karangan atau buku asli, sedangkan ringkasan harus sesuai dengan urutan karangan atau buku aslinya. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat ikhtisar isi buku adalah sebagai berikut.

a. Membaca naskah/buku asli

Penulis ikhtisar harus membaca buku asli secara keseluruhan untuk

mengetahui gambaran umum, maksud, dan sudut pandang pengarang.

b. Mencatat gagasan pokok dan isi pokok setiap bab

c. Membuat reproduksi atau menulis kembali gagasan yang dianggap

penting ke dalam karangan singkat yang mempunyai satu kesatuan yang padu.


4. Kelebihan dan Kekurangan Buku

Penulis resensi harus memberikan penilaian mengenai kelebihan dan kelemahan buku yang disertai dengan ulasan secara objektif.


5. Kesimpulan

Penulis resensi harus mengemukakan apa yang diperolehnya dari buku yang diresensi dan imbauan kepada pembaca. Jangan lupa cantumkan nama kamu selaku peresensi.


*Hubungan Antar Unsur Buku Fiksi / Non Fiksi


Dengan mengamati setiap unsur yang yang terkandung di dalam buku fiksi dan nonfiksi, kita dapat menyimpulkan bahwa sebagian unsur memiliki kesamaan dan sebagian yang lain berbeda. 

**Unsur yang sama-sama dimiliki baik buku fiksi maupun buku nonfiksi yaitu:

-Sampul / Cover

-Sub Bab

-Judul Sub Bab

Dalam hal perbedaan, buku nonfiksi memiliki isi yang ilmiah/aktual/faktual, disajikan dengan bahasa baku, dan memiliki sistematika penulisan standar. Sedangkan buku fiksi memiliki tokoh dan penokohan sebagai pelaku cerita, didukung dengan tema, disajikan dengan bahasa variatif (biasanya tidak baku), dan dilengkapi dengan alur cerita yang beraneka ragam.


*Unsur intrinsik adalah unsur yang menyusun sebuah sebuah karya sastra dari dalam yang mewujudkan struktur suatu karya sastra.


**Unsur-unsur Intrinsik :

- Alur (Plot), merupakan pola pengembangan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab akibat

- Tema , adalah inti atau ide pokok dalam cerita

- Penokohan, adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter tokoh tokoh dalam cerita 

- Sudut pandang, adalah posisi pengarang atau narator dalam membawakan cerita tersebut 

- Latar ,merupakan tempat ,waktu ,dan suasana terjadinya perbuatan tokoh atau peristiwa yang dialami tokoh 

- Amanat ,merupakan ajaran modal atau pesan yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca melalui karya yang diciptakan itu.


*Unsur ekstrinsik adalah bagian atau komponen yang terdapat dalam sebuah karya sastra (cerpen ,novel, puisi dan lainnya) yang membentuk atau membangun sebuah karya sastra dari luar.


**Unsur-unsur ekstrinsik :

-latar belakang atau biografi pengarang adalah sebuah kisah yang menceritakan proses kehidupan seseorang (pengarang karya sastra)

-kondisi masyarakat dan lingkungan penulis

-nilai-nilai yang tersemat dalam karya sastra 

(Nilai agama ,nilai sosial ,nilai moral ,nilai budaya)


Sumber :


https://istianibi66.wordpress.com/2019/04/10/bab-8-literasi-unsur-buku-fiksi-dan-nonfiksi/


https://ghereh.wordpress.com/2020/01/13/literasi-buku-fiksi-dan-non-fiksi/

TEKS EKSPLANASI DARI TEKS IKLAN PIZZA HUT

Nama: amelia TEKS EKSPLANASI DARI TEKS IKLAN PIZZA HUT -Identifikasi fenomena: Kabar gembira bagi pencinta pizza, kini pizza hut memberikan ...