Judul: I Want To Die But I Want To Eat Tteopeokki
Penulis: Baek Se Hee
Penerbit: Haru
Jumlah Halaman: 236 halaman
Sinopsis:
Aku: Bagaimana caranya agar bisa mengubah pikiran bahwa saya ini standart dan biasa saja?
Psikiater: Memangnya hal itu merupakan masalah yang harus masuk?
Aku: Iya, karena saya ingin mencintai diri saya sendiri.
I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki adalah esai yang berisi pertanyaan, permintaan, saran, saran, dan evaluasi diri yang bertujuan agar pembaca menerima dan mencintai dirinya. Buku yang diperbaiki dengan baik karena pembaca yang meraskan hal yang sama dengan kisah Baek Hee sehingga buku ini mendapatkan predikat buku terlaris di Korea Selatan
Cerita:
I Want to Die but I Want to Eat Tteopeokki sebuah buku dengan tema mental ilness yang ditulis oleh seorang penulis bernama Baek Se Hee di mana dia menjadi tokoh utama dalam bukunya. Buku ini menceritakan bagaimana pengalaman hidup Baek Se Hee dalam menghadapi mental psikisnya yang kacau.
Distimia, begitu kata psikiater. Distimia adalah bentuk depresi kronis jangka panjang. Seperti jenis depresi lainnya, distimia adalah kondisi yang juga bisa menyebabkan perasaan sedih dan putus asa secara terus menerus. Dalam sesi pengobatannya Baek Se Hee menceritakan semua keluhan setiap kehidupannya termasuk rasa minder yang berlebihan dan rasa tidak percaya diri dengan dirinya sendiri.
Dalam buku ini, Baek See Hee mengajak pembaca untuk mengenal setiap racun dari pikiran dan perasaan yang dapat menganggu kesehatan psikis kita. Di buku ini menjelaskan begitu banyak permasalahan yang memang bukan sesuatu yang asing dan banyak kita alami dalam kehidupan. Seperti rasa takut jika orang lain menilai kita buruk, atau apa kita sudah cukup baik untuk standar orang lain? Jika aku seperti ini apakah orang lain akan beranggapan seperti ini? Bersikap berlebihan yang justru menyiksa diri kita. Dan berakhir dengan kita tidak mencintai diri kita sendiri.
Buku ini akan menyadarkan kita betapa pentingnya berdamai dengan diri sendiri. Berhenti menetapkan standar tinggi dalam diri, tidak berlebihan dan lakukan apa yang benar-benar membuatmu merasa nyaman suka dan bahagia. Dengan hal yang sederhana seperti menjadi diri sendiri tanpa peduli orang lain akan beranggapan apa adalah salah satu yang bisa membuat kita mencintai diri sendiri.
Kelebihan :
- memberikan hal positif kepada pembaca dari sang penulis disaat keadaan mentalnya
- Mengatasi masalah mental dalam setiap penderita depresi
- cocok untuk para remaja yang mencari jati diri
Kekurangan :
- sampul buku sangat tipis
- setiap bab berisi percakapan sehingga mudah bosan

No comments:
Post a Comment